Kamis, 02 Juli 2015

Fenomena Displacement Pada Psikopat Pembunuh (kasus Ted Bundy Thn 1974 di California)

Sering kita melihat di berita pada media cetak maupun media televisi berbagai tindak kekerasan yang mengakibatkan korbannya meninggal. Saat kita mendengar suatu kasus pembunuhan, seringkali kita menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan seorang psikopat. Pendapat tersebut tidak salah karena menurut statistik 1% dari penduduk dunia merupakan seorang psikopat pria maupun wanita, dan yang lebih mengerikan adalah 80% dari psikopat tersebut berkeliaran bebas di masyarakat disbanding yang dipenjara atau di isolasi d rumah sakit jiwa.
Psikopat sendiri jika diartikan berarti psyche = jiwa dan pathos = penyakit, jadi psikopat adalah seseorang dengan penyakit jiwa bukan gila karena para psikopat sadar secara mental. Sebagian besar psikopat yang tinggal dimasyarakat dengan mudah bergaul bahkan mempu menonjol di berbagai kemampuan. Kasus psikopat yang terkenal adalah kasus “Ted Bundy” di California pada tahun 1974 yang membunuh puluhan orang dimana sebagian besarnya merupakan wanita. Pembunuhan yang dilakukannya juga terkait dengan sebuah mekanisme pertahan diri displacement object karena kesamaan cirri pada korban wanitanya dengan wanita yang menghianatinya dan menjadi obsesi seumur hidupnya.
Psikopat di dalam diri Ted Bundy sebenarnya bisa diketahui sejak kecil dimana dia sering mengurung diri dan memlih menjadi seorang yang pendiam. Dugaan psikopat diperkuat kembali saat diinterogasi oleh pihak kepolisian Ted Bundy menyebutkan dia tidak menyesal bahkan mengaku bahwa dia adalah seorang necrophilia.
Pada makalah ini penulis ingin memaparkan fenomena psikopat yang berawal dari sebuah mekanisme pertahanan diri yang digagas oleh Freud dalam teorinya psikoanalisis.


BAB II

LANDASAN TEORI


A.  Defense mechanism Freud
Pada tahun 1926 Freud pertama kali mengembangkan sebuah pemikiran tentang mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahanan diri ini dibangun oleh ego agar kita tidak perlu menghadapi ledakan-ledakan seksual dan agresif secara langsung dan untuk mempertahakan diri sendiri dari kecemasan yang mengikiuti dorongan-dorongan tersebut. Salah satu dari mekanisme pertahan diri adalah displacement object.
Freud meyakini bahwa pembentukan reaksi terbatas hanya pada satu objek tunggal. Akan tetapi, pada mekanisme pertahan diri ini orang bisa mengarahkan dorongan-dorongan yang tak sesuai ini pada sejumlah orang orang atau objek sehingga dorongan aslinya terselubung atau tersembunyi. Pada displacement object tujuan tetap sama. Obyek pengganti seringkali tidak dapat memenuhi kepuasan atau mereduksi ketegangan seperti aslinya.
B.   Psikopat
Dari beberapa jenis gangguan kepribadian, kepribadian antisocial atau psikopat agaknya yang paling sring dikaji dan diagnosisnya paling handal. Para penderita umumnya hanya sedikit sekali memiliki tanggung jawab, moralitas, dan perhatian kepada orang laim. Perilaku mereka hampir ditentukan oleh mereka sendiri. Mereka tidak terbiasa menggunakan hati nuraninya. Jika pada orang normal menyadari bahwa suatu “kesenangan” pada usia muda terkadang harus bisa ditunda untuk kepentingan orang lain, maka tidak demikian halnya dengan penderita psikopat, yang cenderung hanya memperhatikan kemauannya sendiri. Perilaku impulsive, segera memuaskan keinginanya, dan tidak dapat menahan frustasi
C.  Ciri-Ciri Psikopat
Secara harafiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sosiopat karena perilakunya yang antisocial dan mrugian orang-orang terdekatnya. Gejala-gejala psikopat adalah
1.      sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusah tampil dengan pengetahuan dibidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Sringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tidak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lain dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
2.      Egosentris dan menganggap dirinya hebat
3.      Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli
4.      Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah di masa kecil
5.      Sikap antisocial di masa dewasa
6.      Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala manusia, tidak ada bedanya
7.      Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut, dan sering keluar rumah
8.      Impulsif (dorongan yang didasarkan keinginan atau untuk pemuasan atau keinginan secara sadar maupun tidal sadar) dan dulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan.
9.      Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka
10.  Manipulative dan curang. Psikopat juga menunjukkan emosi dramatid walau sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah “dingin”
11.  Berbagai teori dikemukakan oleh para peneliti untuk menjelaskan kemungkinan penyebab kepribadian psikopat. Di antaranya teori kelainan structural otak seperti penurunan intensitas bagian otak didaerah prefrontal grey matter dan penurunan volume otak dibagian posterior hippocampal dan peningkatan intensitas otak bagian callosal white matter. Teori lain adalah adanya gangguan metabolism serotonin, gangguan fungsi otak dan genetic diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat.
A.    Kasus
Theodore Robert Cowell lahir di sebuah rumah di Vermont dari seorang Ibu yang tidak menikah pada tanggal 24 November 1946 bernama Louise Cowell. Lalu ia dibesarkan oleh kakak-neneknya. Teddy, begitu ia dipanggil, mempercayai bahwa kakek-neneknya adalah orang tuanya, dan ibunya adalah kakaknya, pada saat itu, keadaan serupa itu adalah wajar untuk seorang 'anak haram'. Ketika ibunya menikah dengan Johnnie Bundy pada tahun 1951, Teddy mengambil nama ayah tirinya hingga kemudian ia dikenal sebagai Ted Bundy. Upaya ayah tirinya untuk menyatukan Bundy muda dengan anggota keluarga yang lain ditolaknya mentah-mentah, dan ia menjadi semakin terisolasi dalam dunianya perenungannya dan terkucil dari keempat saudara-saudaranya yang lain serta lebih senang bermain sendiri. Meskipun sikapnya acuh tak acuh, ia cukup pintar di sekolah, dan ketampanannya yang alami membuatnya populer di sekolah hingga meningkatkan harga dirinya. Pada tahun 1967, saat ia menjadi mahasiswa di Universitas Washington, ia bertemu dengan gadis yang sangat berpengaruh dalam hidupnya, Stephanie Brooks. Seorang wanita yang juga sesama mahasiswa yang berasal dari keluarga kaya dan kepadanyalah Bundy jatuh cinta yang teramat sangat. Akan tetapi si wanita itu tidak menunjukkan hal yang sama, ketika ia lulus pada tahun 1968, wanita itu mengakhiri hubungan mereka secara tiba-tiba. Kehancuran itu memiliki dampak yang sangat besar bagi hidupnya, dan diyakini bahwa sebagian besar korban di masa depannya dipilih atas dasar kesamaan fisik dengan Brooks yang telah menjadi obsesinya seumur hidup. Ia keluar dari perguruan tinggi untuk sementara waktu dan kemudian mengetahui tentang asal usulnya yang sebenarnya. Hal itu berakibat pada pukulan yang signifikan pada kondisi psikologisnya. Namun, seolah-olah ingin membuktikan pada Brooks dan keluarganya bahwa mereka salah menilainya, ia malah melemparkan dirinya ke studinya dengan semangat baru. Dia kemudian menjadi mahasiswa kehormatan yang memilih jurusan psikologi. Ia juga menaruh minat pada dunia politik dan menjadi juru kampanye yang berkarismatik untuk Partai Republik. Di sekitar waktu yang sama, ia menjalin hubungan baru yang berlangsung selama lima tahun dengan Meg Anders, seorang janda dengan satu putri. Tapi obsesinya dengan Brooks berlanjut. Ketika bertemu lagi dengan Brooks pada tahun 1973, Brooks kagum pada kekayaan yang dimiliki Bundy sekarang dan mereka menghidupkan kembali percintaan mereka, tanpa diketahui Anders.
Saat Brooks yakin bahwa ia akan menikah dengan Bundy, Bundy secara tiba-tiba hilang dan tidak bisa dihubungi seperti halnya yang pernah dilakukan Brooks pada Bundy enam tahun yang lalu. Balas dendam ini membuat Bundy sedikit nyaman akan tetapi kemarahannya kemudian dialihkan dalam serangkaian serangan brutal terhadap perempuan-perempuan yang semuanya memiliki karakteristik fisik yang sama dengan Brooks.
1.      Kejahatan-kejahatan Bundy
a.       Pada tanggal 4 Januari 1974, Joni Lenz adalah salah satu korban perempuan dari beberapa korban perempuan lain yang bertahan hidup dari serangan brutal Bundy. Tapi pemerkosaan ganas yang dilakukan Bundy menyebabkan kerusakan permanen yang serius baik secara fisik dan trauma psikologis pada Lenz.
b.      Lynda Ann Healy, gadis ramping, cantik berusia 21 tahun yang seorang mahasiswi hukum berambut panjang itu tidak beruntung. Kepergiannya pada 31 Januari 1974 awalnya tidak dilaporkan ke kepolisian, tapi kekhawatiran orang tuanya atas hilangnya tujuh perempuan muda lainnya secara misterius yang semua ciri-ciri fisiknya sangat mirip satu dengan yang lain membuat mereka segera melaporkan ke polisi. Setelah melaporkan ini, beberapa hari kemudian ditemukan dua mayat wanita yang diidentifikasi sebagai Janice Ott dan Denise Naslund, yang keduanya menghilang pada tanggal 14 Juli. Saksi mata teringat pada seorang pria aneh bernama Ted dengan lengan digips dan mengendarai VW Beetle.
c.       Bundy pindah ke Utah, membunuh empat korban lagi selama bulan Oktober dan November, salah satunya ternyata putri kepala polisi setempat, dan tidak ada upaya khusus untuk melacak si pembunuh. Polisi Utah menyadari bahwa tanda-tanda kebrutalan perkosaan, sodomi dan trauma benda tumpul yang terdapat pada korban mirip dengan kasus di Washington yang dilaporkan pada awal tahun. Mereka kemudian meminta bantuan pada rekan-rekan di Washington dan membuat sebuah kesimpuan kuat yang mengarah pada Ted Bundy.
d.      Selama waktu penyidikan, Med Anders yang sudah mengenal Bundy selama lima tahun mengakui bahwa deskripsi yang diberikan cocok dengan Bundy. Tapi ketika mereka menghubungi dan melihat pesona ramah dan ketampanan Bundy, mereka terkecoh dan tidak menganggap ia sebagai tersangka potensial.
e.       Kegagalan Bundy dalam upaya penculikan Carol DaRonch di pusat perbelanjaan Utah pada 8 November 1974 mengusik istirahat panjang polisi atas kasus ini dan memberikan bukti tambahan yang mengarah pada identitas Bundy, ditambah sampel darah Bundy yang dihasilkan DaRonch atas perjuangannya menyelamatkan diri. Akan tetapi Debby Kent kurang beruntung, sebab pada hari yang sama atas keberhasilan DaRonch melarikan diri di percobaan pembunuhan dan pemerkosaan padanya, Kent terbunuh oleh Bundy.
f.       Sampai dua bulan berikutnya sejak ada korban terakhir teridentifikasi, hingga Caryn Campbell dibunuh secara brutal di Colorado pada tanggal 12 Januari 1975, selalu menunjukkan tanda kebrutalan Bundy. Polisi menyadari bahwa pegunungan Taylor di Washington adalah tempat pembuangan mayat yang paling disukai Bundy, dan penelusuran lebih lanjut menemukan tiga lagi mayat wanita. Semua korban meninggal akibat trauma benda tumpul. Meskipun keberhasilan ini belum membuat Polisi di empat negara tidak segera menangkap Bundy.
g.      Pada 16 Agustus 1975, Bundy ditangkap, setelah pengejaran singkat di daerah Salt Lake Country. Setelah seorang polisi setempat mengenali VW Beetle-nya. Di dalam kendaraan itu ditemukan borgol, topeng ski dan linggis. Polisi yakin benda-benda itu ada hubungannya dengan pembunuhan berantai yang dilakukannya. Kasus Carol DaRonch adalah yang melengkapi parade indentitas yang sama dan memperkuat bukti bahwa pembunuhnya adalah Bundy. Pada penyelidikan skala penuh masa lalu Bundy pun diungkap, Meg Anders memberikan bantuan pada polisi. Bundy terus mengatakan tidak bersalah namun, walaupun ada bukti kartu kredit yang mengaitkan keberadaan Bundy di daerah Pegunungan Taylor, Polisi belum bisa serta merta mengaitkannya dengan beberapa pembunuhan yang terjadi di sana.
B.     Analisis
Sebelum kasus ini dianalis kita harus tahu siapa iti Ted Bundy. Ted Bundy yang bernama asli Theodore Robert Cowell yang lahir di sebuah rumah di Vermont 24 November 1946 merupakan pembunuh berantai terhadap lebih dari 30 dimana korbannya hampir seluruhnya wanita. Mengapa wanita? Jika ditanya wanita kita akan menguhubngkan dengan wanita di kehidupan Ted, pertama ibunya, Ted sebenarnya tidak punya permasalahan dengan ibunya karena ia menganggap kakek-neneknya lah orang tuanya dan ibunya dianggap sebagai kakanya. Kedua adalah kekasihnya pada waktu kuliah yang bernama Stephanie Brooks, dengan wanita inilah Ted mulai bermasalah dengan sisi psikologisnya yaitu saat ternyata Brooks tidak benar-benar mencintai Ted. Wanita itu mengakhiri hubungan secara tiba-tiba. Akibat kejadian ini Ted mengalami depresi dan tekanan psikologis dan di perparah dengan kenyataan bahwa Ted adalah anak haram ketika dia mencari tahu asal-usulnya. Obsesinya yang besar terhadap Brooks tergambar dari sebagian besar korbannya memiliki cirri fisik yang sama dengan brooks. Dari teori yang dikemukakan oleh freud tentang mekanisme pertahanan diri, sebenarnya Ted melakukan apa yang disebut Freud adalah pengalihan yaitu Ted mengalihkan rasa kecewanya kepada perempuan lain karena dia tidak bisa melampiaskan perasaan kecewa tersebut kepada Brooks karena Ted mencintai Brooks. Kenapa banyak yang banyak menjadi korbannya, Freud juga menjelaskan dorongan-dorongan untuk melampiaskan kekecewaan yang di pendam di alam tidak sadar itu tetap dan tidak berubah sampai ada objek yang mampu menjadi pelampiasannya. Karena menurut kasus ini Brooks lah yang menyebabkan kekecewaan dalam diri Ted maka hanya Brooks yang mampu menghilangkan dorongan-dorongan dalam diri Ted untuk melukai. Karena sebenarnya jika menurut teori Freud, Ted sebenarnya ingin melukai Brooks namun karena dia sangat mencintai Brooks dan menurutnya itu tidak boleh. Saat pertemuannya kembali dengan Brooks pun Ted bersikap wajar seperti seseorang yang mencintai Brooks. Ted juga masuk kedalam kategori psikopat karena cirri-ciri psikopat terdapat dalam diri Ted selama berlangsungnya kasus seperti, terlibat aksi criminal, manipulative, tidak ada rasa penyesalan meski sudah mengakui perbuatannya.

BAB III
A.    KESIMPULAN
Dari kasus Ted Bundy diatas kita bisa ambil kesimpulan bahwasannya seorang psikopat bukanlah seperti apa yang beredar secara umum yaitu berpenampilan ekstrim, penyendiri, suka berkelahi dll. Namun justru seorang psikopat bisa sangat sama atau tidak memiliki perbedaan secara kasat mata dengan orang lain. Ted Bundy bahkan merupakan mahasiswa berprestasi dan menjadi juru kampanye yang berkarismatik. Seorang psikopat bisa benar-benar berbeda jika sudah menunjukkan kejiwaannya yang terganggu namun bukan gila, itulah sebabnya psikopat disebut “penyakit jiwa tanpa gangguan mental”

B.     Saran
Jika kita melihat seseorang dengan ciri-ciri mendekati psikopat, kita patut waspada karena sewaktu-waktu dia bisa mengeluarkan kepribadian psikopatnya. karena seorang psikopat memiliki sifat manipulative yaitu dapat menyembunyikan sifat aslinya dan berpura-pura baik agar mampu berbaur dengan lingkungan. Para psikopat yang sudah tertangkap oleh pihak yang berwenang dan sudah terbukti secara kejiwaan ada gangguan yang cukup berat sebaiknya diisolasikan di rumah sakit jiwa karena seorang psikopat tidak akan berhenti sampai dirinya terpuaskan. Banyak pihak berwenang merekomendasikan untuk mengisolasi dalam rmah sakit jiwa bukan tanpa alasan,  karena seorang psikopat biasanya tidak merasa ada yang salah dengan dirinya dan hanya orang disekitarnyalah yang mengetahuinya. Jika sudah bisa dideteksi sejak dini, hal yang harus dilakukan adalah melalui pendekatan lingkungan dan konseling dengan psikolog dengan teratur sehingga bisa diminimalkan dana mencegah menjadi seorang kriminal.


DAFTAR PUSTAKA

Feist, Jess., & Gregory J. feist 2014. “Teori Kepribadian”. Jakarta : Salemba     Humanika
Riyanti, B.P Dwi & Hendro Prabowo 1998. “Psikologi Umum 2”. Depok : Gunadarma
Biografi Ted Bundy, Seorang Psikopat. mynamesaragieyunit.blogspot.com, 9 Maret 2014. Diunduh 5 April 2015
Mental Disorder. Meledugcom.blogspot.com, 2013. Diunduh 18 April 2015