Sering kita melihat
di berita pada media cetak maupun media televisi berbagai tindak kekerasan yang
mengakibatkan korbannya meninggal. Saat kita mendengar suatu kasus pembunuhan,
seringkali kita menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan seorang psikopat.
Pendapat tersebut tidak salah karena menurut statistik 1% dari penduduk dunia
merupakan seorang psikopat pria maupun wanita, dan yang lebih mengerikan adalah
80% dari psikopat tersebut berkeliaran bebas di masyarakat disbanding yang
dipenjara atau di isolasi d rumah sakit jiwa.
Psikopat sendiri
jika diartikan berarti psyche = jiwa
dan pathos = penyakit, jadi psikopat
adalah seseorang dengan penyakit jiwa bukan gila karena para psikopat sadar
secara mental. Sebagian besar psikopat yang tinggal dimasyarakat dengan mudah
bergaul bahkan mempu menonjol di berbagai kemampuan. Kasus psikopat yang
terkenal adalah kasus “Ted Bundy” di California pada tahun 1974 yang membunuh
puluhan orang dimana sebagian besarnya merupakan wanita. Pembunuhan yang
dilakukannya juga terkait dengan sebuah mekanisme pertahan diri displacement object karena kesamaan
cirri pada korban wanitanya dengan wanita yang menghianatinya dan menjadi
obsesi seumur hidupnya.
Psikopat di dalam
diri Ted Bundy sebenarnya bisa diketahui sejak kecil dimana dia sering
mengurung diri dan memlih menjadi seorang yang pendiam. Dugaan psikopat
diperkuat kembali saat diinterogasi oleh pihak kepolisian Ted Bundy menyebutkan
dia tidak menyesal bahkan mengaku bahwa dia adalah seorang necrophilia.
Pada makalah ini
penulis ingin memaparkan fenomena psikopat yang berawal dari sebuah mekanisme
pertahanan diri yang digagas oleh Freud dalam teorinya psikoanalisis.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Defense mechanism Freud
Pada tahun 1926 Freud pertama kali mengembangkan
sebuah pemikiran tentang mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahanan diri
ini dibangun oleh ego agar kita tidak perlu menghadapi ledakan-ledakan seksual
dan agresif secara langsung dan untuk mempertahakan diri sendiri dari kecemasan
yang mengikiuti dorongan-dorongan tersebut. Salah satu dari mekanisme pertahan
diri adalah displacement object.
Freud
meyakini bahwa pembentukan reaksi terbatas hanya pada satu objek tunggal. Akan
tetapi, pada mekanisme pertahan diri ini orang bisa mengarahkan
dorongan-dorongan yang tak sesuai ini pada sejumlah orang orang atau objek
sehingga dorongan aslinya terselubung atau tersembunyi. Pada displacement object tujuan tetap sama.
Obyek pengganti seringkali tidak dapat memenuhi kepuasan atau mereduksi
ketegangan seperti aslinya.
B. Psikopat
Dari beberapa jenis gangguan
kepribadian, kepribadian antisocial atau psikopat agaknya yang paling sring
dikaji dan diagnosisnya paling handal. Para penderita umumnya hanya sedikit
sekali memiliki tanggung jawab, moralitas, dan perhatian kepada orang laim.
Perilaku mereka hampir ditentukan oleh mereka sendiri. Mereka tidak terbiasa
menggunakan hati nuraninya. Jika pada orang normal menyadari bahwa suatu
“kesenangan” pada usia muda terkadang harus bisa ditunda untuk kepentingan
orang lain, maka tidak demikian halnya dengan penderita psikopat, yang
cenderung hanya memperhatikan kemauannya sendiri. Perilaku impulsive, segera
memuaskan keinginanya, dan tidak dapat menahan frustasi
C. Ciri-Ciri Psikopat
Secara harafiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal
dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit.
Pengidapnya juga sering disebut sosiopat karena perilakunya yang antisocial dan
mrugian orang-orang terdekatnya. Gejala-gejala psikopat adalah
1. sering
berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar
bicara, secara khas berusah tampil dengan pengetahuan dibidang sosiologi,
psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain.
Sringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan
berbohong mereka tidak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan
lain dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
2. Egosentris
dan menganggap dirinya hebat
3. Tidak
punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya
namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak
memiliki alasan untuk peduli
4. Senang
melakukan pelanggaran dan bermasalah di masa kecil
5. Sikap
antisocial di masa dewasa
6. Kurang
empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala manusia, tidak
ada bedanya
7. Psikopat
juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur
larut, dan sering keluar rumah
8. Impulsif
(dorongan yang didasarkan keinginan atau untuk pemuasan atau keinginan secara
sadar maupun tidal sadar) dan dulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak
ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan
mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa
depan.
9. Tidak
mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka
10. Manipulative
dan curang. Psikopat juga menunjukkan emosi dramatid walau sebenarnya mereka
tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara
normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung
berdebar, mulut kering, tegang, gemetar. Karena itu psikopat seringkali disebut
dengan istilah “dingin”
11. Berbagai
teori dikemukakan oleh para peneliti untuk menjelaskan kemungkinan penyebab
kepribadian psikopat. Di antaranya teori kelainan structural otak seperti
penurunan intensitas bagian otak didaerah prefrontal
grey matter dan penurunan volume otak dibagian posterior hippocampal dan peningkatan intensitas otak bagian callosal white matter. Teori lain adalah
adanya gangguan metabolism serotonin, gangguan fungsi otak dan genetic diduga
ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat.
A.
Kasus
Theodore Robert Cowell lahir di sebuah rumah di
Vermont dari seorang Ibu yang tidak menikah pada tanggal 24 November 1946
bernama Louise Cowell. Lalu ia dibesarkan oleh kakak-neneknya. Teddy, begitu ia
dipanggil, mempercayai bahwa kakek-neneknya adalah orang tuanya, dan ibunya
adalah kakaknya, pada saat itu, keadaan serupa itu adalah wajar untuk seorang
'anak haram'. Ketika ibunya menikah dengan Johnnie Bundy pada tahun 1951, Teddy
mengambil nama ayah tirinya hingga kemudian ia dikenal sebagai Ted Bundy. Upaya
ayah tirinya untuk menyatukan Bundy muda dengan anggota keluarga yang lain
ditolaknya mentah-mentah, dan ia menjadi semakin terisolasi dalam dunianya
perenungannya dan terkucil dari keempat saudara-saudaranya yang lain serta
lebih senang bermain sendiri. Meskipun sikapnya acuh tak acuh, ia cukup pintar
di sekolah, dan ketampanannya yang alami membuatnya populer di sekolah hingga
meningkatkan harga dirinya. Pada tahun 1967, saat ia menjadi mahasiswa di
Universitas Washington, ia bertemu dengan gadis yang sangat berpengaruh dalam
hidupnya, Stephanie Brooks. Seorang wanita yang juga sesama mahasiswa yang
berasal dari keluarga kaya dan kepadanyalah Bundy jatuh cinta yang teramat
sangat. Akan tetapi si wanita itu tidak menunjukkan hal yang sama, ketika ia
lulus pada tahun 1968, wanita itu mengakhiri hubungan mereka secara tiba-tiba.
Kehancuran itu memiliki dampak yang sangat besar bagi hidupnya, dan diyakini
bahwa sebagian besar korban di masa depannya dipilih atas dasar kesamaan fisik
dengan Brooks yang telah menjadi obsesinya seumur hidup. Ia keluar dari
perguruan tinggi untuk sementara waktu dan kemudian mengetahui tentang asal
usulnya yang sebenarnya. Hal itu berakibat pada pukulan yang signifikan pada
kondisi psikologisnya. Namun, seolah-olah ingin membuktikan pada Brooks dan
keluarganya bahwa mereka salah menilainya, ia malah melemparkan dirinya ke
studinya dengan semangat baru. Dia kemudian menjadi mahasiswa kehormatan yang
memilih jurusan psikologi. Ia juga menaruh minat pada dunia politik dan menjadi
juru kampanye yang berkarismatik untuk Partai Republik. Di sekitar waktu yang
sama, ia menjalin hubungan baru yang berlangsung selama lima tahun dengan Meg
Anders, seorang janda dengan satu putri. Tapi obsesinya dengan Brooks
berlanjut. Ketika bertemu lagi dengan Brooks pada tahun 1973, Brooks kagum pada
kekayaan yang dimiliki Bundy sekarang dan mereka menghidupkan kembali
percintaan mereka, tanpa diketahui Anders.
Saat
Brooks yakin bahwa ia akan menikah dengan Bundy, Bundy secara tiba-tiba hilang
dan tidak bisa dihubungi seperti halnya yang pernah dilakukan Brooks pada Bundy
enam tahun yang lalu. Balas dendam ini membuat Bundy sedikit nyaman akan tetapi
kemarahannya kemudian dialihkan dalam serangkaian serangan brutal terhadap
perempuan-perempuan yang semuanya memiliki karakteristik fisik yang sama dengan
Brooks.
1. Kejahatan-kejahatan
Bundy
a. Pada
tanggal 4 Januari 1974, Joni Lenz adalah salah satu korban perempuan dari
beberapa korban perempuan lain yang bertahan hidup dari serangan brutal Bundy.
Tapi pemerkosaan ganas yang dilakukan Bundy menyebabkan kerusakan permanen yang
serius baik secara fisik dan trauma psikologis pada Lenz.
b. Lynda
Ann Healy, gadis ramping, cantik berusia 21 tahun yang seorang mahasiswi hukum
berambut panjang itu tidak beruntung. Kepergiannya pada 31 Januari 1974 awalnya
tidak dilaporkan ke kepolisian, tapi kekhawatiran orang tuanya atas hilangnya
tujuh perempuan muda lainnya secara misterius yang semua ciri-ciri fisiknya sangat
mirip satu dengan yang lain membuat mereka segera melaporkan ke polisi. Setelah
melaporkan ini, beberapa hari kemudian ditemukan dua mayat wanita yang
diidentifikasi sebagai Janice Ott dan Denise Naslund, yang keduanya menghilang
pada tanggal 14 Juli. Saksi mata teringat pada seorang pria aneh bernama Ted
dengan lengan digips dan mengendarai VW Beetle.
c. Bundy
pindah ke Utah, membunuh empat korban lagi selama bulan Oktober dan November,
salah satunya ternyata putri kepala polisi setempat, dan tidak ada upaya khusus
untuk melacak si pembunuh. Polisi Utah menyadari bahwa tanda-tanda kebrutalan
perkosaan, sodomi dan trauma benda tumpul yang terdapat pada korban mirip
dengan kasus di Washington yang dilaporkan pada awal tahun. Mereka kemudian
meminta bantuan pada rekan-rekan di Washington dan membuat sebuah kesimpuan
kuat yang mengarah pada Ted Bundy.
d. Selama
waktu penyidikan, Med Anders yang sudah mengenal Bundy selama lima tahun
mengakui bahwa deskripsi yang diberikan cocok dengan Bundy. Tapi ketika mereka
menghubungi dan melihat pesona ramah dan ketampanan Bundy, mereka terkecoh dan
tidak menganggap ia sebagai tersangka potensial.
e. Kegagalan
Bundy dalam upaya penculikan Carol DaRonch di pusat perbelanjaan Utah pada 8
November 1974 mengusik istirahat panjang polisi atas kasus ini dan memberikan
bukti tambahan yang mengarah pada identitas Bundy, ditambah sampel darah Bundy
yang dihasilkan DaRonch atas perjuangannya menyelamatkan diri. Akan tetapi
Debby Kent kurang beruntung, sebab pada hari yang sama atas keberhasilan
DaRonch melarikan diri di percobaan pembunuhan dan pemerkosaan padanya, Kent
terbunuh oleh Bundy.
f. Sampai
dua bulan berikutnya sejak ada korban terakhir teridentifikasi, hingga Caryn
Campbell dibunuh secara brutal di Colorado pada tanggal 12 Januari 1975, selalu
menunjukkan tanda kebrutalan Bundy. Polisi menyadari bahwa pegunungan Taylor di
Washington adalah tempat pembuangan mayat yang paling disukai Bundy, dan
penelusuran lebih lanjut menemukan tiga lagi mayat wanita. Semua korban
meninggal akibat trauma benda tumpul. Meskipun keberhasilan ini belum membuat
Polisi di empat negara tidak segera menangkap Bundy.
g. Pada
16 Agustus 1975, Bundy ditangkap, setelah pengejaran singkat di daerah Salt
Lake Country. Setelah seorang polisi setempat mengenali VW Beetle-nya. Di dalam
kendaraan itu ditemukan borgol, topeng ski dan linggis. Polisi yakin
benda-benda itu ada hubungannya dengan pembunuhan berantai yang dilakukannya.
Kasus Carol DaRonch adalah yang melengkapi parade indentitas yang sama dan
memperkuat bukti bahwa pembunuhnya adalah Bundy. Pada penyelidikan skala penuh
masa lalu Bundy pun diungkap, Meg Anders memberikan bantuan pada polisi. Bundy
terus mengatakan tidak bersalah namun, walaupun ada bukti kartu kredit yang
mengaitkan keberadaan Bundy di daerah Pegunungan Taylor, Polisi belum bisa
serta merta mengaitkannya dengan beberapa pembunuhan yang terjadi di sana.
B.
Analisis
Sebelum kasus ini dianalis kita harus tahu siapa iti
Ted Bundy. Ted Bundy yang bernama asli Theodore Robert Cowell yang lahir di
sebuah rumah di Vermont 24 November 1946 merupakan pembunuh berantai terhadap
lebih dari 30 dimana korbannya hampir seluruhnya wanita. Mengapa wanita? Jika
ditanya wanita kita akan menguhubngkan dengan wanita di kehidupan Ted, pertama
ibunya, Ted sebenarnya tidak punya permasalahan dengan ibunya karena ia
menganggap kakek-neneknya lah orang tuanya dan ibunya dianggap sebagai kakanya.
Kedua adalah kekasihnya pada waktu kuliah yang bernama Stephanie Brooks, dengan
wanita inilah Ted mulai bermasalah dengan sisi psikologisnya yaitu saat
ternyata Brooks tidak benar-benar mencintai Ted. Wanita itu mengakhiri hubungan
secara tiba-tiba. Akibat kejadian ini Ted mengalami depresi dan tekanan
psikologis dan di perparah dengan kenyataan bahwa Ted adalah anak haram ketika
dia mencari tahu asal-usulnya. Obsesinya yang besar terhadap Brooks tergambar
dari sebagian besar korbannya memiliki cirri fisik yang sama dengan brooks.
Dari teori yang dikemukakan oleh freud tentang mekanisme pertahanan diri,
sebenarnya Ted melakukan apa yang disebut Freud adalah pengalihan yaitu Ted
mengalihkan rasa kecewanya kepada perempuan lain karena dia tidak bisa
melampiaskan perasaan kecewa tersebut kepada Brooks karena Ted mencintai
Brooks. Kenapa banyak yang banyak menjadi korbannya, Freud juga menjelaskan
dorongan-dorongan untuk melampiaskan kekecewaan yang di pendam di alam tidak
sadar itu tetap dan tidak berubah sampai ada objek yang mampu menjadi
pelampiasannya. Karena menurut kasus ini Brooks lah yang menyebabkan kekecewaan
dalam diri Ted maka hanya Brooks yang mampu menghilangkan dorongan-dorongan
dalam diri Ted untuk melukai. Karena sebenarnya jika menurut teori Freud, Ted
sebenarnya ingin melukai Brooks namun karena dia sangat mencintai Brooks dan
menurutnya itu tidak boleh. Saat pertemuannya kembali dengan Brooks pun Ted
bersikap wajar seperti seseorang yang mencintai Brooks. Ted juga masuk kedalam
kategori psikopat karena cirri-ciri psikopat terdapat dalam diri Ted selama
berlangsungnya kasus seperti, terlibat aksi criminal, manipulative, tidak ada
rasa penyesalan meski sudah mengakui perbuatannya.
BAB III
A. KESIMPULAN
Dari kasus Ted Bundy diatas kita bisa ambil
kesimpulan bahwasannya seorang psikopat bukanlah seperti apa yang beredar
secara umum yaitu berpenampilan ekstrim, penyendiri, suka berkelahi dll. Namun
justru seorang psikopat bisa sangat sama atau tidak memiliki perbedaan secara
kasat mata dengan orang lain. Ted Bundy bahkan merupakan mahasiswa berprestasi
dan menjadi juru kampanye yang berkarismatik. Seorang psikopat bisa benar-benar
berbeda jika sudah menunjukkan kejiwaannya yang terganggu namun bukan gila,
itulah sebabnya psikopat disebut “penyakit jiwa tanpa gangguan mental”
B.
Saran
Jika kita melihat seseorang dengan ciri-ciri mendekati
psikopat, kita patut waspada karena sewaktu-waktu dia bisa mengeluarkan
kepribadian psikopatnya. karena seorang psikopat memiliki sifat manipulative
yaitu dapat menyembunyikan sifat aslinya dan berpura-pura baik agar mampu
berbaur dengan lingkungan. Para psikopat yang sudah tertangkap oleh pihak yang
berwenang dan sudah terbukti secara kejiwaan ada gangguan yang cukup berat
sebaiknya diisolasikan di rumah sakit jiwa karena seorang psikopat tidak akan
berhenti sampai dirinya terpuaskan. Banyak pihak berwenang merekomendasikan
untuk mengisolasi dalam rmah sakit jiwa bukan tanpa alasan, karena seorang psikopat biasanya tidak merasa
ada yang salah dengan dirinya dan hanya orang disekitarnyalah yang
mengetahuinya. Jika sudah bisa dideteksi sejak dini, hal yang harus dilakukan
adalah melalui pendekatan lingkungan dan konseling dengan psikolog dengan
teratur sehingga bisa diminimalkan dana mencegah menjadi seorang kriminal.
DAFTAR PUSTAKA
Feist, Jess., & Gregory J. feist
2014. “Teori Kepribadian”. Jakarta : Salemba
Humanika
Riyanti, B.P Dwi & Hendro Prabowo
1998. “Psikologi Umum 2”. Depok : Gunadarma
Biografi Ted Bundy, Seorang Psikopat.
mynamesaragieyunit.blogspot.com, 9 Maret 2014. Diunduh 5 April 2015
Mental
Disorder. Meledugcom.blogspot.com, 2013. Diunduh 18 April 2015