Rabu, 28 Mei 2014

Dampak IPTEK

APA ITU IPTEK?
IPTEK ialah sebuah sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan seseorang  dibidang teknologi. Dengan kata lain, IPTEK merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan terbaru tentang teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi. IPTEK saat ini telah berkembangan sangat pesat, hal itu terlihat dari banyaknya bermunculan teknologi. Kemajuan IPTEK juga menghasilkan suatu dampak negatif maupun positif

Dampak Positif

  1. IPTEK mempermudah pekerjaan manusia
  2. Memperlancar komunikasi
  3. Membuat segala sesuatu lebih cepat dilakukan
  4. Mampu Membuat teknologi hemat energi
IPTEK yang kita kenal selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak negatif, diantaranya

  1. Teknologi Internet, banyak situs pornografi yang bertebaran di internet sehingga mampu merusak moral dan budi pekerti setiap manusia terutama remaja
  2. Teknelogi telepon, banyak penipuan yang terjadi lewat telepon karena jika lewat telepon pelaku bisa melakukan kejahatan tanpa terdeteksi
  3. menciptakan peperangan, negara-negara maju berlomba-lomba membuat senjata paling canggih yang menggunakan teknologi maju contohnya; nuklir, peluru kendali, senjata biokimia
  4. IPTEK juga mampu menimbulkan polusi, banyak negara-negara industri maju yang menggunakan mesin dengan teknologi tinggi malah mengalami kesulitan mengatasi polusi yang ditimbulkan teknologi tersebut
jadi seberapa baik atau seberapa buruk teknologi itu tergantung pemakaian dan tujuan dibuatnya, kita tidak mungkin menghentikan kemajuan teknologi karena setiap manusia pasti akan menemukan teknologi baru untuk menunjang kehidupannya. jadi bijaklah dalam memakai teknologi.

Hubungan Ekologi dengan Psikologi

ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali digunakan oleh Haeckel, seorang ahli Biologi, dalam pertengahan tahun 1960-an. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu: "oikos" yang berarti rumah, dan "logos" berarti ilmu. Karena didalam suatu “tempat tinggal” tidak hanya hidup satu jenis organisme misalnya gua adalah tempat tinggal kelelawar dan burung wallet, maka dalam ekologi dipelajari pula saling mempengaruhi antar jenis organisme. Disamping itu dikaji pula interaksi antaara unsure penyusun tempat tinggal. Mislanya dikaji macam jenis batuan penyusun gua, cuaca didalam gua, tentang badan air yang ada didalamnya. Ekologi mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengan tempat tinggalnya, sementara itu, organisme dan tempat tinggalnya masing-masing dipelajari dalam berbagai cabang disiplin ilmu. Karena itu secara harfiah, pengertian ekologi adalah ilmu tentang makhluk hidup dalam rumahnya atau dapat diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup.
Selain definisi umum di atas, terdapat juga pengertian ekologi yang dikemukan oleh beberapa ahli, beberapa diantaranya sebagai berikut:
  • Odum (1971): Ekologi adalah kajian terstruktur dan fungsi alam, tentang struktur dan interaksi antara sesama organisme dengan lingkungannya.
  • Odum (1975): Ekologi adalah kajian tentang rumah tangga bumi termasuk flora, fauna, mikroorganisme, dan manusia yang hidup bersama dan saling bergantung satu sama lain.
  • Miller (1975): Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya.
  • Otto Soemarwoto: Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
  • Ernest Haeckle: ekologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk ekonomi alam, suatu kajian hubungan anorganik serta lingkungan organic di sekitarnya
  • Resosoedarmo dkk (1985): ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkunngannya
  • Krebs (1978): ekologi adalh ilmu pengetahuan yang mengkaji interaksi-interaksi yang menentukkan penyebaran dan kemelimpahan organisme
  • Andrewartha (1961): ekologi adalah ilmu yang membahas penyebaran dan kemelimpahan organisme
Sedangkan pengertian psikologi adalah
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
  1.          Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah     ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2.     engertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3.      Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.

Hubungan Antara Ekologi dan Psikologi

Ekologi yang merupakan cabang ilmu biologi memiliki kaitan erat dengan ilmu psikologi. Sama seperti ilmu lainnya, meskipun memiliki kajian yang berbeda dimana ekologi menitikberatkan pada lingkungan sedangkan psikologi menitikberatkan pada sisi psikologis. Namun terdapat kesamaan yaitu subyeknya adalah lingkungan dan isinya. Hubungan lingkungan dan sisi psikologis adalah dalam menciptakan keharmonisan system lingkungan dimana tidak ada saling memusnahkan diantara penghuni lingkungan. Lebih lanjut lagi dalam lingkungan juga terdapat sikap yang berbeda satu dengan yang lainnya, inilah yang menjadi kajian psikologi, apakah lingkungan menentukan sikap atau sikap menentukan lingkungan.


Kamis, 01 Mei 2014

Menggali Bakat Musik


Kemampuan bermain musik anak sering tidak disadari oleh orang tua. Banyak orang tua yang pesimis, "anak saya tidak memiliki bakat bermusik". Memang benar, bakat bermusik itu melekat, tapi tahukah Anda? bahwa kemampuan bermusik dapat diciptakan.



"Pianis terkenal Frederick Chopin memiliki orang tua yang tidak pandai membaca partitur dan bermain musik, tapi dia bisa mengembangkan bakatnya sendiri," kata Psikolog Keluarga dari Klinik Hipnosis Sehati, Dewi Puspaningtyas Faeni, ketika diwawancarai Sabtu 25 Januari 2014.


Karena itu, menggali kemampuan bermusik bukan hanya tergantung pada bakat anak, melainkan lingkungan yang mempengaruhinya. Orang tua, menurut Dewi sering lupa, saat menuntut anak untuk pandai memainkan satu instrumen musik, tanpa mempraktekkan contoh kegiatan bermusik.

"Humming saja mereka tidak pernah, bagaimana bisa mendorong anak untuk mau bermusik,” kata Dewi. Tuntutan yang berlebih pada anak inilah yang justru malah menenggelamkan bakat anak dalam bermusik. Karena itu, menurut Dewi, agar anak senang dan tidak bosan ketika les musik.

Kunci lain agar anak Anda yakin terjun ke dunia musik, adalah memilih guru musik yang kreatif. Jangan sampai anak mendapatkan guru musik yang galak. Sebab guru yang galak, menurut Dewi, terkadang malah membuat anak tidak percaya diri.

“Saat masih kecil saya pernah dimarahi guru les piano saya, dia bilang kenapa saya tidak bisa – bisa membaca partitur, saya jadi tidak percaya diri, tapi akhirnya siapa sangka, tanpa membaca partitur saya malah bisa memainkan Fantasy Impromptu dari Chopin dengan baik,” kata Psikolog yang juga piawai bermain piano ini.


Analisis
  1. Untuk menciptakan bakat bermusik harus memiliki kemauan dan dukungan dari orang sekitar, jika tidak akan percuma pembelajaran yang diterima untuk menciptakan bakat
  2. Bakat music masuk dalam kategori bakat khusus dimana tidak semua orang bisa memilikinya, namun bakat music juga bisa diciptakan.
  3. Terkadang juga orang tua juga salah kaprah mengenai bakat anak, mereka langsung menilai anaknya tak berbakat hanya karena tidak bisa memainkan alat music. Itu terjadi karena para orang tua kurang menggali bakat music anak.
  4. Selain itu orang tua juga mampu mencontohkan cara menggunakan alat music sebagai permulaan anak untuk mencoba.
  5. Pada pengembangan bakat music juga dibutuhkan kreativitas, jika orang tua tidak memadai maka bisa mencari guru les yang mumpuni untuk menggali kreativitas anak


Teori
Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. 
Contoh seorang yang berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan pekerjaan lukisnya dibandingkan seseorang yang kurang berbakat.

Jenis-jenis bakat antara lain sebagai berikut:

  1. bakat umu, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki
  2. bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, oemimpin, penceramah, olahraga.
selain itu bakat khusus yang lain, yaitu:
  1. Bakat Verbal, bakat tentang konsep-konsep yang diucapkan dalam bentuk kata-kata
  2. Bakat Numerikal, bakat tentang konse-konsep dalam bentuk angka
  3. Bakat Skolastik, kombinasi kata-kata dan angka-angka, kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional, ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, pemrogram komputer
  4. Bakat Abstrak, bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan, diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya
  5. Bakat Mekanik, bakat tentang prinsip-prinsip IPA, tata kerja, perkakas, dan alat-alat lainnya
  6. Bakat Relasi Uang, bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi atau berfikir 3 dimensi, mempunyai kepekaan tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi. Ini merupakankecerdasan para arsitek. fotogrefer, artis, pilot, dan insinyur mesin
  7. Bakat kecepatan ketelitian klerikal, bakat tentang tulis-menulis, ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan lain-lain
  8. Bakat bahasa, bakat tentang penalaran analitis bahasa (ahli sastra) misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, parmuniaga dan lain-lain