Minggu, 04 Desember 2016

#SIP AI, Expert System dan Aplikasi Teknologi Informasi dalam Psikologi

Hai para pembaca sekalian, sudah lama saya tidak menulis dilog ini. kali ini saya akan membahas sebuah materi yang sebenarnya sudah kita ketahui yaitu Artificial Intelligence atau yang biasa kita sebut AI, pasti diantara kita tidak ada yang tidak tau apa itu AI kan. Jika kalian pernah menyaksikan film Iron man kalian pasti mengenal yang namanya Jarvis yang selalu melayani Tony Stark sang pembuatnya. Dalam film ini Jarvis adalah sebuah AI yang diciptakan untuk membantu pekerjaan Tony Stark. Sudah tahu kan yang mana AI itu, nah sekarang kita kembali ke materi.

AI atau Artificial Intelligence menurut H. A Simon adalah sebuah tempat sebuah penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas. Sedangkan menurut John McCarthy AI adalah Memodelkan proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar menirukan perilaku manusia.

Istilah AI pertama dikenalkan oleh John McCarthy pada tahun 1956 dalam konferensi mengenai AI, namun sebelum itu di kota Manchester ada seorang ahli matematika bernama Alan Turing yang membuat alat bernama Turing Machine yang di masa kini disebut komputer. Alan Turing lah yang mempelopori munculnya AI, karena dia membuat paper berjudul mind yang memancing pertanyaan "jika komputer dapat meniru perilaku manusia akan mengartikan bahwa komputer itu hidup?" namun untuk mencapai kondisi itu sangat panjang dan tidak akan berakhir karena manusia akan terus berkembang.


Turing Machine

bagian penting dari AI adalah berisi fakta, teori pemikiran dan hubungannya satu sama lainnya.

AI memiliki kelibihan yaitu
  • Permanen
  • lebih mudah diaplikasikan dan disebarkan
  • lebih murah
  • konsisten dan teliti
  • dapat didokumentasi
  • dapat mengerjakan beberapa tuga sekaligus
kekurangannya adalah

  • tidak kreatif karena kemampuannya hanya sebatas koding yang dimasukan, sedangkan otak manusia akan berkembang sesuai pengalaman



Apa hubungannya dengan kognisi manusia? dalam KBBI kognisi berarti kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri. Jadi hubungan antara AI dengan Kognisi Manusia adalah AI dibuat untuk menyerupai manusia yang bisa berpikir, mnganalisis dsb. Kognisis manusia dijadikan dasar untuk setiap AI yang dibuat dan AI ini sendiri berkembang sejalan dengan perkembangan Kognisi manusia. AI dibuat juga untuk mengatasi kekurangan manusia yaitu subjektifitas, daya tahan, dan ketelitian. Dalam AI semua itu bisa diminimalisir sehingga hasil analisanya benar-benar akurat.

EXPERT SYSTEM

Expert system adalah program komputer yang bertujuan untuk meniru keahlian manusia dalam satu atau lebih dari keahlian khusus.

Sistem pakar memiliki beberpa komponen yaitu
  • user interface
  • basis data sistem pakar
  • fasislitas akuisisi pengetahuan
  • mekanisme interfensi

Expert system dalam sejarahnya merupakan bagian dari AI dimana perbedaannya hanya expert system spesialisasi tertentu sehingga hasilanya bisa maksimal AI menggunakan metode heuristik atau menyeluruh.

persamaan dari keudanya adalah bahwa ex[ert system dan AI sama-sama menggunakan manusia sebagai model dan digunakan untuk mengurangi kesalahan yang dibuat oleh manusia.

beberapa program expert system adalah sbb

ELIZA
Eliza merupakan AI yang diciptakan oleh Joseph Weizenbaum, yang merupakan terapi melalui komputer dengan berdialog dengan ELIZA.



PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid.

NET TALK
sebuah program yang belajar mengucapkan teks bahasa Inggris yang ditulis dengan menjadi teks yang ditampilkan sebagai masukan dan pencocokan transkripsi fonetik untuk perbandingan

Rancang Interface dan Flowchart Aplikasi Psikologi

Interface
merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna(user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. 

Pada tulisan ini saya akan merancang interface untuk tes RMIB. Sebelum itu saya akan jelaskan apa itu RMIB. RMIB atau Rothwell Miller Interest Blank, RMIB digagas oleh Rothwel pad 1947 dan hanya memiliki 9 kategori dari jenis pekerjaan, kemudian pada 1958 Miller mengembangkan tes ini menjadi 12 kategori jenis pekerjaan sehingga tes ini menjadi bernama RMIB.

Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. Pemikiran yang mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa setiap orang memiliki konsep-konsep stereotype terhadap jenis-jenis pekerjaan yang tersedia atau yang disediakan oleh masyarakat, dan yang kemudian memilih pekerjaan yang sesuai dengan ide-ide tersebut, meskipun terdapat juga stereotype yang tidak berdasarkan ide tertentu atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan yang dimaksud.

Saya menginginkan tes ini hanya dilakukan di tempat khusus, tidak bisa di download, hanya memiliki otoritas seperti psikolog yang bisa mendownloadnya. 

pada interface pertama terdapat biodata
  • nama
  • usia
  • jenis kelamin
  • pekerjaan
jika sudah peserta bisa klik next

pada interface kedua terdapat instruksi tes, peserta bisa membaca sebelum memulai mengerjakan. jika sudah jelas klik next

pada interface berikutnya terdapat 12 kategori, dimana kategori itu akan muncul berurutan jika sudah selesai dengan kategori sebelumnya. jika sudah mengerjakan makan klik next untuk lihat hasilnya.

FlOWCHART
Flowchart merupakan sebuah diagram yang menampilkan simbol grafis dan alur atau langkah-langkah dari suatu proses.

jenis-jenis flowchart adalah sebagai berikut
  • Flowchart sistem
      Meupakan flowchart yang menunjukkan alur atau urutan kerja yang sedang dilakukan serta menjalaskan urutan-urutan tersebut.
  • Flowchart dokumen
    Merupakan flowchart yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir dan tembusan-tembusannya
  • Flowchart skematik
            Flowchrt ini mirip dengan flowchart sustem, namun pada flowchart skematik digunakan gambar-gambar komputer agar yang berinteraksi dengan flowchart ini dpat mengerti.
  • Flowchart program
           Merupakan flowchart yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.
  • Flowchart proses
        Merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memcah dan menganalisis langkah-langkah selanjutnya dan menganalisisnya

Contoh Flowchart dari rancang interface diatas




Baiklah sekian dahulu pembahan kita mengenai AI, Expert System, dan Interface serta Flowchart. sampai jumpa di pembahasan selanjutnya. Have A Nice Day



      Husain, K, M. & Partridge, D. 1992. Artificial intelligence and bussiness management. Ablex Publishing: New Jersey
        Kusrini. 2006. Sistem pakar, teori dan aplikasi. ANDI: Yogyakarta
        Smith, Chris, dkk. 2006. History of artificial intelligence. University of Washington: Washington

Senin, 24 Oktober 2016

#SIP Computer Based Information System

    Hai guys kita ketemu lagi nih, sekarang saya akan membahas CBIS atau Computer Based Information System yang artinya adalah sistem informasi yang dikembangkan berbasis komputer atau bisa dikatakan CBIS = Hardware + Software + People + Procedures + Information


     CBIS mengunakan komputer untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan membagikannya untuk tujuan tertentu. dalam CBIS perangkat-perangkat Hardware bekerja bersama-sama untuk menerima data, data mentah, sebagai masukan sebelum memprosesnya menjadi informasi yang berguna. Software adalah program yang menyediakan instruksi pemrosesan data. Perangkat prosedur adalah orang-orang yang menggunakan CBIS ini untuk memproses dan menghasilkan informasi.

     CBIS sama seperti teknologi lain yang dalam perjalannya mengalami evolusi, mulai dari data, informasi, komunikasi, dan expert system yang akan dijelaskan satu persatu:

1. Data
       Evolusi data didukung oleh munculnya punched card (suatu kartu berbahan kertas yang terdapat lubang untuk mewakili setiap data) dan keydriven bookkeeping machines
                                        
                                            Keydriven Bookkeeping Maxhines

                             
                                                          Punched Card

2. Informasi
       Setelah adanya alat untuk memproses dan menyimpan sebuah data, maka tahap selanjutnya adalah bagaimana menggunakan konsep komputer itu sebagai alat untuk memproduksi informasi yan dikenal dnegan sistem informasi management. sehingga pengaplikasian komputer bisa diperluas untuk hasolkan informasi managemen.

3. komunikasi
        Pada fokus ini konsep komputer mulai digunakan untuk berkomunikasi antara pekerja pada suatu perusahaan atau antar perusahaan dalam bentuk voice mail, email, desktop publishing, facsimile.

4. konsultasi
      Konsultasi atai AI/ES didasarkan pada ide bahwa komputer dapat digunakan untuk penalaran logisseperti manusia pada umumnya. sistem ini menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah

Pada CBIS data merupakan baian yang sangat penting, karena data2 tersebutlah yang akan diolah menjadi informasi yang berguna. Dalam CBIS juga terdapat hirarki data atau tingkatan data dari yang terendah hingga tertinggi, yaitu :

1. Bit
      Suatu angka biner yangterdisri adri dua angka 0 dan 1, bit ini merupakan dasar yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan komputer yang hanya mengerti keadaan on/off.

                                                                Hirarki data

2. Byte
       Adalah bagian terkecildalam memory, merupakan sekumpulan bit. Digunakan untuk pengkodean suatu karakter seperti 10101010 adalah kode untuk huruf J.

3. Field
        Unite terkecil dalam data. Field sudah memiliki makna karena merupakan merupkan kumpulan-kumpulan byte yeng tersusun menjadi suatu kata,

4. Record
       Kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh field kunci. Record adalah kumpulan data yangmemilik arti.

5. File
         File adalah kumpulan record yang saling berhubungan. Pembuatan dan pemeliharan file sangat penting bagi sistem informsi yang mengunakan komputer.

6. Data base
           Database adalah kumpulan data-data yang saling berhubungan satu sama lainnya dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi. Database umumnya berisi elemen-elemen data yang tersusun kedalam file-file tertentu.

Dalam CBIS data-data ini akan mengalami penyimpanan dan pemrosesan sehingga dapat dijadikan informasi yang diinginkan. Metode penyimpanan dalam CBIS diantaranya DASD, SASD sedangkan metode pemrosesannya BTACH, ONLINE, REALTIME

Metode penyimpanan data
1. DASD
        DASd atau Direct Acces Storage evise merupakan penyimpanan yang sudah terpasang atau dapat dilepas dari kompter yang mempunyai akses langsung pada data. contohnya Magnetic (floopy disk, hard disk), Removeable hardisk (zip disk, flash disk), optical disk.
                                                                 Floopy Disk

2. SASD
        SASD atau Sequential Acces Storage Device, merupakan penyimpanan tidak langsung seperti pita magnetik. Terdapat beberapa jenis SASD berdasarkan bahannya diantaranya
   a. Punched Card
       Merupakan kartu kecil yang terdapat lubang-lubang, lubang tersebut adalah data yang dapat dibaca oleh punche card reader dan tidak lagi digunakan sejak 1979.

   b. Magnetic disk
           Merupakan disk yang terbuat dari bahan yang bersifat magnetic seperti floopy disk dan hard disk.
                                                            Magnetic Disk

   c. Optical disk
        Terbuat dari bahan-bahan optok seperti resin dan dilapisi permukaaan yang sangat reflektif seperti alumunium.
                                                                 Optical Disk

   d. Magnetic tape
              Terbuat dari bahan bersifat magnetic namun berbentuk pita.       

Pemrosesan data pad CBIS adalah BATCH, ONLINE, REALTIME

1. BATCH
       Proses pengolahan dat dengan menumpuk data pekerjaan yang nantinya akan dikerjakan sekaligus. Batch processing merupakan cara terbaik  untuk menghemat waktu namun sangat tidak efisien untuk pengembangan program komputer.

2. ONLINE
         Adalah pengolahan data dimana pengguna terhubung kedalam koneksi sehingga pengguna dapat sesegera mungkin mendapat data atau memasukan data tersebut.

3. Realtime
       Pengolahan data dengan proses kongkret menggunkan media online sehingga dapat terus-menerus mengolah data secara otomatis. Keuntungannya adalah pengguna dapat memperoleh hasil kerja dalam sekejap.

          Nah kita sudah membahas apa itu CBIS, evolusinya, tingkatan data, dan bagaimana pemrosesan dan pengolahan datanya. Jika ada yang kurang dari blog ini bisa ditambahkan di kolom komentar. Oke kita cukupkan dulu artikili ini sampai disini, janga lupa baca juga artikel lainnya. Terima kasih



Kamis, 06 Oktober 2016

#SIP Informasi dan Sistem informasi psikologi

    Informasi adalah informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat sehingga mudah dimengerti. sedangkan menurut Burch dan Strater menyatakan bahwa informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.

komponen informasi adalah data dan resipien

resipien

resipien adalah seseorang yang nantinya akan menerima data yang sudah disusun menjadi informasi


data
data adalah potongan- potongan yang akan diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dimengerti.

Sistem informasi psikologi

sistem informasi psikologi terbagi menjadi 2 pengertian yaitu sistem informasi dan psikologi. sistem informasi adalah suatu sistem yang digunakan agar mempermudah dalam menyampaikan berbagai informasi serta mengatur keluar masuknya informasi, sedangkan psikologi adalah ilmu yang mempelajar proses mental yang ditampakan oleh tingkah laku. sehingga sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang digunakan untuk mencatat informasi  dari proses mental yang ditampakan melalui tingkah laku sehingga akan mempermudah bagi si pembaca informasi tersebut

komponen sistem informasi psikologi adalah sebagai berikut

Brainware
yaitu manusia yang mengunakan sistem informasi tersebut untuk mengambil informasi dari orang lain

Hardware
alat yang digunakan alat tulis ataupun penggunaan komputer untuk tes atau alat tes yang tidak bisa mengunakan komputer

software
alat tes yang diinstal di komputer


#SIP Arsitektur komputer dan Sistem kognisi manusia

     arsitektur komputer dan sistem kognisi manusia memiliki kesamaan namun atau bisa dibilang mirip. Untuk menemukan kesamaan itu baiknya kita jelaskan satu- persatu

Arsitektur komputer

struktur yang menjadi landasan bagi hubugan antara komponen komputer agar dapat berinteraksi satu sama lainnya

Sistem kognisi manusia

suatu sistem yang terdapat dalam otak manusi yang digunakan untuk berfikir maupun bertindak yang tempat dalam tingkah lakunya.

Hubungan antara keduanya adalah pada komponen-komponennya yang memiliki kesamaan fungsi dan kerja.

Input

dalam komputer disebut signal input yang akan digunakan untuk memberi perintah pada kompone lain untuk bekerja. Jika pada manusia input ini bisa disamakan dengan sensasi yang nantinya akan di proses di otak untuk menghasilkan sesuatu

Pemrosesan

Setelah di beri input masukan, manusia maupun komputer akan memrosesnya di otak (manusia) CPU (komputer). Sehingga input ini tidak hanya sebatas masukan yang dirasakan atau di perlakukan di komputer

Penyimpanan

Sebelum di sampaikan pada komponen selanjutnya maka masukan tersebut akan disimpan terlebih dahulu agar suatu saat jika mendapat input atau sensasi yang sama, respon akan sama dan lebih cepat.

Output

ini adalah tahap akhir dari suatu kerja pemrosesan pada komuter ataupun pada manusia. pada manusi akan menghasilkan interpretasi ataupun gerakan menjauhi sensasi ataupun mendekati, begitu juga dengan komputer

kelebihan maupun kekurangan arsitektur komputer
(+) jika ada komponen yang rusak maka akan sangat mudah mengantinya
(-) memiliki kapasitas penyimpanan yang terbatas

sistem kognisi manusia
(+) kapasitas penyimpanan tidak terbatas
(-) jika rusak akan sulit menggantinya bahkan mustahil

#SIP Etika menulis online

      Akhir-akhir ini banyak orang senang menulis artikel secara online. Banyak yang mengira menulis online itu karena tinggal tulis saja apa yang ada didalam pikiran kita seperti menulis diary. Padahal menulis diary sangat- sangat berbeda dengan menuis artikel. Untuk itu dibawah ini saya akan menjelaskan etika dalam menulis di media online apapun bentuknya.

      Menulis artikel ada banyak jenisnya

  1. Deskrisi
  2. Narasi
  3. Eksposisi
  4. Argumentasi
  5. Persuasi
  6. SEO
Masing penulisan memiliki caranya sendiri-sendiri, namun etika menulis online tetap sama yaitu

Plagiarisme

siapapun disini pasti tidak ada yang ingin hasilnya dijiplak tanpa ijin. oleh sebab itu setiap hasil artikel harus original atau setidaknya mencantumkan sumbernya dari mana, sehinga pembaca tau dimana sang penulis mendapatkan ide tulisannya

Tidak menyudutkan pihak lain

Setiap artikel yang kita miliki seharusnya tidak menyerang pihak lain, atau membuat pihak lain merasa dirugikan sehingga pembaca bisa menikmati artikel yang dibuat.

Tidak mengandung unsur pornografi

tanpa porn0grafi, kenapa tanpa pornografi? jawabannya mudah, karena media online dapat diakses oleh siapa saja termasuk anak- anak. Inilah sebabnya konten di media online harus bebas dari pornografi.

Tidak spamming di kolom komentar

spamming spamming dan spamming, banyak dari kita yang sangat sebal dengan hal ini, karena sebebtulnya hal ini sangat tidak berguna. Melakukan spamming hanya aka menutup komentar yang sejak awal aja karena tertutup spam tadi.

Tidak ada unsur sara

SARA? Suku Agama Ras dan Antarbangsa sebenarnya singkatan ini biasa saja diucapkan, namun terkadang si SARA ini lebih sering digunakan untuk menyerang orang lain. jadi sebaiknya artikel yang dibuat harus bebas dari unsur sara kecuali anda menulisnya di website keagamaan 

Jangan berlebihan menggunakan huruf kapital

Huruf kapital sering diasosiasikan dengan kemarahan, namun lebih dari itu ini adalah masa etika dan estetika. apa menarikanya sebuah artikel yang sebagian besarnya adalah huruf kapital. jadi sebaiknya gunakan proporsi yang sesuai seperti sentence case yang hanya huruf depan pada kalimat saja yang menggunakan huruf besar.

Selasa, 07 Juni 2016

Psikodrama


        Psikodrama merupakan permainan peranan yang dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat memperoleh pengertian lebih baik tentang dirinya, dapat menemukan konsep pada dirinya, menyatakan kebutuhannya-kebutuhannya, dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya (Gerald Corey).
    Psikodrama adalah metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolak dari permasalahan -permasalahan psikologis.Psikodrama bisanya digunakan untuk terapi, yaitu agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya, menemukan konsep diri, menyatakan reaksi terhadap tekanan–tekanan yang dialami
       Psikodrama adalah upaya pemecahan masalah melalui drama. Jadi definisi psikodrama adalah tehnik bermain peran guna upaya pemecahan masalah psikis yang dialami oleh individu dan dituangkan dalam bentuk permainan peran dengan menggunakan metode drama.




Jumat, 01 April 2016

Psikologi Eksperimen

"Apakah suhu tinggi menyebabkan perilaku agresif?"

         Dalam tulisan kali ini saya akan mengulas bagaimana caranya seorang eksperimenter menjawab pertanyaan diatas.

          hal yang harus dilakukan adalah 

  • Buat hipotesis, seperti contoh
H1 : suhu yang tinggi dapat mempengaruhi perlikau agresif seseorang
H0 : suhu tinggi tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap perilaku seseorang

  • Buktikan hipotesis
untuk membuktikan hipotesis tersebut, eksperimenter harus melakukan prosedur-prosedur eksperimen yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh eksperimenter. contoh
  1. eksperimenter menyiapkan ruangan yang masing diisi oleh 20 orang, dimana kondisi ruangan diatur sedemikan rupa. Mula-mula ruangan dibuat sejuk, namun perlahan-lahan ruangan tersebut dinaikan suhunya hingga mencapai suhu yang cukup panas. Jika sudah diperlakukan seperti itu eksperimenter mencatat setiap perubahan yang terjadi dan di hubungkan dengan hipotesis, Sehingga hipotesis tersebut dapat terbukti atau tidak.

Minggu, 10 Januari 2016

Tugas Psikologi Manajemen


PSIKOLOGI MANAJEMEN

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN

logo2














FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA



Disusun oleh :

3 PA 07

NAMA
NPM
Caesar Mars C.P
11513828
Chintia
11513892
Damar Surya
11513981
Gesa Nedian
13513690
Mutiara Ulfah
16513246
Sarah Kusuma Dewi
18513262
Syarah Diniawati
18513747



NOVEMBER

2015

RUMUSAN MASALAH



Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengkaji gambaran komunikasi dalam menejemen, serta mengetahui dimensi-dimensi komunikasi dalam menejemen.





















































LANDASAN TEORI



  1. Psikologi Menejemen
    Psikologi menejemen adalah ilmu yang mengatur tentang bagaimana peraturan atau menejer sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan
    Ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengiterventasi berbagai faktor internal manusia sepeti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dengan berbagai macam teknik dan metode sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setingggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.



  1. Menejemen
    Menejemen menurut Prof. Eiji Ojawa adalah perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
    Menejemen menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

  2. Komunikasi
    Komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy adalah proses menyampaikan pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan, maupun  secara tidak langsung.
    Komunikasi menurut Raymond Ross adalah proses menyortir, memilih dan mengirim simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerimaan pesan membangkit merespon/makna, dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksutkan oleh komunikator.

  3. Dimensi-dimensi Komunikasi

  1. Isi
    Dimensi isi menunjukan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan.

  2. Kebisingan
    Suasana disekiar komunikator dan orang yang dituju, tinggi rendahnya suara yang terdengar dalam komunikasi sangat perpengaruh pada penyampaian pesan atau informasi.
  3. Jaringan
    Perluasan informasi  dan pesan yang dapat dijangkau komunikator. Biasanya kita berpikir bahwa perkacapan antara A dengan B adalah langsung. Tetapi, ternyata A bisa dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D.
  4. Arah
    Komunikasi dapat melalui satu arah atau dua arah, komunikasi satu arah adalah satu orang memberikan informasi kepada orang lain tanpa ada timbal balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan komunikasi dimana satu orang memberikan inormasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan informasi, sehingga terjadinya petukaran informasi di antara keduanya.















PEDOMAN WAWANCARA



  1. Subjek

  1. Identitas Subjek

  1. Nama (Inisial)    :
  2. Jenis Kelamin     :
  3. Usia                    :
  4. Pekerjaan           :
  5. Bagian                :


  1. Daftar Pertanyaan

  1. Komunikasi
    Apa hal yang biasa anda bicarakan pada bawahan Anda?
    Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan staf Anda?
    Apa kesulitan yang dialami saat anda berkomunikasi dengan staf Anda?
    Bagaimana cara Anda untuk mengatasi kesulitan tersebut?
    Pernahkan pesan yang Anda sampaikan di salah tanggapkan oleh staff Anda?

  2. Dimensi-dimensi komunikasi

  1. Isi

  1. Apa tugas yang biasanya Anda berikan pada staf Anda?
  2. Apa kalimat yang biasanya Anda ucapkan dalam memberi tugas pada staf anda?
  3. Apa hal penting yang harus Anda perhatikan agar staf patuh terhadap tugas yang diberikan?
  4. Bagaimana cara Anda membangun rasa kepercayaan terhadap tugas yang diberikan pada staf Anda?
  5. Bagaimana sikap Anda ketika tugas yang Anda berikan kepada staff Anda salah?

  1. Kebisingan

  1. Dalam suasana seperti apa Anda dapat berkomunikasi dengan staf Anda dengan baik?
  2. Mengapa Anda memilih suasana tersebut?
  3. Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan staf Anda jika keadaan sedang ramai?
  4. Apakah dengan tinggi rendahnya kebisingan dapat mengurangi kesalahan penerimaan informasi lawan bicara Anda?
  5. Bagaimana perasaan anda jika keadaan ramai tersebut sudah terlalu mengganggu anda?

  1. Jaringan

  1. Apakah anda merupakan pengguna media sosial aktif?
  2. Apa Kepentingan yang anda utamakan dalam menggunakan media sosial?
  3. Seberapa luas pengaruh media sosial menurut anda?
  4. Jika anda ingin menyampaikan suatu informasi kepada klien, cara apakah yang cenderung anda gunakan?
  5. Kepentingan seperti apa yang biasanya membuat anda harus melakukan kontak langsung dengan orang yang ingin anda tuju?
  6. Seberapa penting menurut anda media perantara dalam menyampai kan pesan?
  7. Apa bentuk kerugian yang pernah anda alami dengan menggunakan media perantara?
  8. Apakah anda akan menyesuaikan media perantara yang klien anda gunakan demi terjalinnya komunikasi?
  9. Bagaimana cara anda mengatasi jika ada kesalahan informasi yang sudah tersebar?
  10. Seberapa besar media sosial berperan dalam pengambilan keputusan anda?

  1. Arah

  1. Bagaimana kondisi komunikasi dalam organisasi usaha anda?
  2. Feedback seperti apa yang anda harapkan dari orang yang anda ajak komunikasi?
  3. Bagaimana cara anda mengatasi orang yang memberikan jawaban yang tidak relevan dengan apa yang anda tanyakan?
  4. Dengan cara apa saja biasanya staff memberi masukan terhadap pekerjaan anda?
  5. Menurut anda, kondisi seperti apakah yang akan mempengaruhi kualitas anda dengan lawan bicara anda?
  6. Seberapa besar pengaruh feedback menurut anda terhadap kualitas suatu komunikasi?
  7. Setelah anda melakukan komunikasi dengan kualitas yang baik apa akan membuat intensitas  komunikasi meningkat?
  8. Apa pesan yang anda sampaikan diterima dengan baik oleh lawan bicara anda jika proses komunikasi diiringi dengan intensitas feedback yang tinggi?
  9. Apa yang anda lakukan untuk mecegah arah pembicaraan keluar dari topik?
  10. Apa lawan bicara anda pernah merasa kurang puas dengan info yang anda jabarkan dalam suatu komunikasi?

























PELAKSANAAN WAWANCARA



  1. Setting Fisik
    Pada Hari Senin, tanggal 16 November 2015 pukul 10.50  WIB, di laksanakan wawancara kepada  yang di adakan di sebuah kantor trevel dengan suasana ruangan yang sejuk, kami wawancara di ruang menejer dengan lantai ruangan tersebut berwarna abu-abu, dan atapnya berwarna putih, di bagian atap berdapat lampu-lampu kecil berwarna putih dan berbentuk bulat, lampu tersebut memenuhi atap ruangan tersebut.
    Siang itu  bertemu ,  datang keruangan .  duduk disebuah kursi berwarna hitam dan meja berwarna hitam yang berbentuk persegi empat, kami duduk secara berhadapan.  menggunanakan kemeja berwarna biru dongker, memakai celana jeans warna hitam, dan menggunakan sepatu berwarna hitam.  menggunakan HP untuk merekam suara  yang  letakan di tengah-tengah meja.  menjawab pertanyaan  dengan baik. Wawancara yang  laksanakan berlangsung 31 menit dan selesai pada pukul 11.21 WIB.


  2. Setting Psikis
    Pada pelaksaan wawancara,  datang dan  menyambut dengan  senyuman.  memulai dengan senyuman kepada  dan  membalas senyuman untuk membangun situasi yang baik. Wawancara di  mulai dengan raport yang di tanyakan kepada . Selama wawancara terlaksana ada perilaku-perilaku  yang sering terlihat, seperti  sering menggoyangkan bangku ke kanan dan ke kiri ketika  menjawab pertanyaan,  menjawab dengan tersenyum,  sering menganggukan kepalanya ketika  menjawab “iya” dan  sering menggelengkan kepalanya ketika  menjawab pertanyaan “tidak”. membenarkan jam tangannya, mengangkat bahunya, dan menggerakan tangannya ketika menjawab pertanyaan .

  3. Tahap Pelaksanaan

  1. Tahap Pertama
    Hari  / Tanggal                  : Senin, 16 November 2015
    Tempat                              : Kantor trevel

  1. 10.30 WIB                  : Interviewer berkumpul di tempat makan dekat kantor
    trevel
  2. 10.45 WIB                  :  sampai di kantor trevel
  3. 10.50-11.21 WIB        : Pelaksanaan wawancara terhadap
      kami lakukan
  4. 11.25 WIB                  : Keluar dari kantor trevel
  5. 11.30 WIB                  :  pulang  ke rumah masing-masing








































HASIL WAWANCARA (VEBATIM)



  1. Subjek

  1. Identitas Subjek

  1. Nama (Inisial)  : RF
  2. Jenis Kelamin  : Laki-laki
  3. Usia                 : 28 Tahun
  4. Pekerjaan         : Karyawan Swasta
  5. Bagian             : Manajer


  1. Vebatim


interviewee
: “ Selamat siang mas.. ”
interviewer
: “ Siang ..”
interviewee
: “ Eee bagaimana kabarnya?”
interviewer
: “ Baik..”
interviewee
: “ Eee sudah makan siang?”
interviewer
: “ Kebetulan belum..”
interviewee
: “ Mau makan?”
interviewer
: “Nanti aja..”
interviewee
: “ Eeee boleh minta waktunya sebentar? “
interviewer
: “ Boleh-boleh..”
interviewee
: “ Kami dari  mahasiswa Universitas Gunadarma..”
interviewer
:  “ Ehemm..”
interviewee
: “ Ingin me..wawancarai mas eee tentang komunikasi dalam manajemen”
interviewer
: “ Heem..”
interviewee
: “ Bisa minta waktunyakan?”
interviewer
: “ Boleh.. hanya sebentar?”
interviewee
: “ Iya.. hanya sebentar..”
interviewer
: “ Lagi ga sibukkan?”
interviewee
: “ Enggak..”
interviewer
: “ Iyaa..langsung aja ya mas..”
interviewee
: “ Okee..”
interviewer
: “ Eee.. hal apa sih yang biasanya masnya bicarakan yang biasanya kalo sama staffnya dikantor itu?”
interviewee
: “ Bersama staff ya? Mungkin dari report..”
interviewer
: “ Mmmm...itu kaya gimana tuh misalnya?”
interviewee
: “Ya kinerja hariannya dia itu apa,apa,apa..”
interviewer
: “ Kaya evaluasi dalam..”
interviewee
: “ Iya betul..”
interviewer
: “Mmm.. terus eee caranya anda berkomunikasi dengan staff anda itu gimana misalnya eee apa harus perorangan anda panggil kekantor anda atau anda kumpulkan semua jadi secara sharing bersama-sama?”
interviewee
: “ Biasanya face to face..”
interviewer
: “ Ohh face to face.. berarti berarti panggil satu orang orang?”
interviewee
: “ Yaa..”
interviewer
: “ Ohh yayaya.. kesulitan yang anda alami saat berkomunikasi sama staff anda tuh bisanya seperti apa ya?”
interviewee
: “ Enggak ada sih..”
interviewer
: “ Enggak ada?”
interviewee
: “Heem..”
interviewer
: “Ee.. Pesan yang anda sampaikan kepada staff anda pernah gak di salah tanggapkan sama staff anda?”
interviewee
: “ Pernah,sering..”
interviewer
: “Sering? Misalnya seperti apa?”
interviewee
: “Seperti itu.. miskomunikasi..”
interviewer
: “Miskomunikasinya yang seperti gimana ya? Eee secara ininya yang lebih jelasnya”
interviewee
: “Seperti saya bilang apa,dia nanggepinnya apa,saya bilang apa terus dia mengerjakannya apa..”
interviewer
: “Mmm.. kalo misalnya salah eee.. mas marah gitu atau  gimana?”
interviewee
: “ Ya marah sih marah.. cuman ya paling kita evaluasi lagi..”
interviewer
: “Terus tugas yang biasanya yang masnya berikan sama staffnya tuh  eee gimana ya ada perbagiannya atau semua disamakan?”
interviewee
: “ Enggak ada bagiannya..”
interviewer
: “ Ada bagiannya,bagiannya tuh ada apa aja ya kalo kita boleh tau? “
interviewee
: “ Bagiannyakan admin..”
interviewer
: “ Heem..”
interviewee
: “ Marketing.. lapangan ,dah..”
interviewer
: “ Eee.. kalimat perintah apa sih yang biasanya masnya ucapkan untuk eemmm.. memberi tugas kepada bawahannya ?”
interviewee
: “ Masudnya? Ga ngerti..”
interviewer
: “Ya kan misalnya kaya eee masnya tuh  eemm memerintahnya tuh eee kaya seperti sama temen aja atau memang dia bawahannya..”
interviewee
: “ Enggak itu mah..”
interviewer
: “ Ohh.. contohnya misalnya kaya gimana tuh mas?”
interviewee
: “ Kita semuakan keluarga..”
interviewer
: “ Ohh..iyayaya. Kalimat perintahnya tuh aya gimana mas kalo kita boleh tau? Misalnya mau menyuruh apa sama staffnya. Misalnya masukin data ehh tolong dong kamu gini-gini nah iya gitu.. apa merintahnya bener-bener kaya.. apa kaya yang..”
interviewee
: “ Enggak.. anggep kaya kita temen aja..”
interviewer
: “ Ohh gitu.. hmmm tapi eee bawahan mas eee kalo mas eee memerintahkan kaya gitu suka ngelunjak atau gimana?”
interviewee
 : “  Enggak.. menurut pandangan saya sih enggak.. soalnya kitakan udah saling keluarga..”
interviewer
: “ Hal yang paling penting  dan diperhatikan biar staff eee masnya patuh tuh apa sih dari diri masnya sendiri?”
interviewee
: “ Gimana-gimana? Maaf..”
interviewer
: “ Hal yang paling penting yang harus masnya perhatikan ..”
interviewee
: “ Heem..”
interviewer
: “ Biar apa sih.. biar bawahan masnya tuh patuh sama masnya gimana caranya? Hal  hal yang paling penting untuk emasnya gitu biar dia selalu patuh gitu heeh biar dia selalu patuh gitu sama masnya   ”
interviewee
:”Memberi motivasi terhadap staf-staf saya”
interviewer
:”Memotivasinya seperti apa ya?”
interviewee
:”Seperti membangun kepercayaan dia, supaya dia bisa   mengerjakan apa yang saya berikan pada dia dengan baik”
interviewer
:”Mas nya termasuk orang yang tegas gak sih kalo di kantor?”
interviewee
:”Enggak sih…saya sih santai”
interviewer
:”Aaaa dari pagi sampai jam selesai kerja mas nya selalu ada di kantor apa gimana?”
interviewee
:”Oh enggak-enggak, enggak selalu di kantor”
interviewer
:”Oh gak selalu..trus gimana sih cara mas nya ngebangun rasa percaya diri kepada stafnya tuh biar tugas yang diberikan selesainya tuh maksimal?”
interviewee
:”Mmmm…membangun kepercayaan diri terhadap staf ya mungkin memberikan dia deadline”
interviewer
:”Ooohhh gituu…”
interviewee
:”Hhhhhooo ohhhh”
interviewer
:”Tapi biasanya bukannya kalo ada deadline dari mas nya tuh biasanya staf suka keteteran gitu ya”
interviewee
:”Kan tergantung dia nya juga…soalnya begini lohh apa yang saya berikan nanti kan apa yang dihasilkan”
interviewer
:”Oh gitu…oke..sikap mas nya tuh ketika tugas yang diberikan kepada staf yang lain gimana sih sikapnya?”
interviewee
:”Gimana?”
interviewer
:”Sikap mas nya kalo misalnya stafnya tuh ngelakuin tugasnya salah, nah mas nya itu seperti apa gitu..?”
interviewee
:”Tegas…ya kalo dibilang kesel ya kesel”
interviewer
:”Kesel…”
interviewee
:”Maraah…”
interviewer
:”Trus dikasih hukuman gak?”
interviewee
:”Enggak..mungkin ngasih satu atau dua kesempatan lagi untuk dia memperbaiki”
interviewer
:”Tapi kalo misalkan mas udah kasih kesempatan nih, trus dia salah juga..trus gimana mas?”
interviewee
:”Evaluasi”
interviewer
:”Di evaluasi? Itu biasanya sama orang yang ngelakuin kesalahan aja atau sama semua stafnya?”
interviewee
:”Semuanya…jadi ya untuk tidak mengurangi kesalahan yang sama lah pada staf-staf yang lain”
interviewer
:”Oh gitu…trus suasana yang mas nya bisa berkomunikasi dengan baik tuh suasana yang seperti apa ya?”
interviewee
:”Suasana santai…”
interviewer
:”Suasana santai aja itu misalnya di kantor apa harus keluar apa di tempat makan gitu?”
interviewee
:”Menurut saya dimana aja yang penting santai, waktu luang kita santai”
interviewer
:”Oke..oke berarti semua kerjaan di tinggal dulu gitu ya?”
interviewee
:”Betul…”
interviewer
:”Oke deh..kan mas nya milih santai kan untuk berkomunikasi dengan staf-staf, trus kenapa mas milih suasana kayak gitu?”
interviewee
:”Karna ya santai itu asik…gak ada beban..gak ada kerjaan..gak ada stress…betul..?”
interviewer
:”Iya…giamana cara mas berkomunikasi dengan staf-staf mas, tapi keadaannya tuh sedang ramai kayak bising?”
interviewee
:”Sulit dong itu untuk berkomunikasi”
interviewer
:”Iya caranya gimana biar itu tetep kondusif saat keadaan sedang ramai tetapi mas membuat suasana yang tetap kondusif?
interviewee
:”Jadi dalam satu hal kita lagi di kantor atau?”
interviewer
:”Hhmm iyaa bebas terserah mas dimana aja..pokoknya tuh keadaannya sedang ramai”
interviewee
:”Sulit menurut saya sulit berkomunikasi dalam keadaan ramai karena kurang efisien”
interviewer
:”Lalu kebisingan itu apakah berpengaruh banget misalnya mas lagi rapat, itu berpengaruhnya kayak gimana gitu?”
interviewee
:”Ya sangat-sangat berpengaruh..ya sangat berpengaruh..contohlah kita lagi breefing entah apa dan bising..menurut saya gak focus..”
interviewer
:”Oh gitu ya..trus bagaimana keadaan mas ketika keadaan itu sedang ramai?”
interviewee
:”Keadaan saya? Maksudnya?”
interviewer
:”Perasaan mas nya apa kesel apa gimana?”
interviewee
:”Iya kesel”
interviewer
:”Biasanya tuh kerja di kantor mas satu minggu berapa hari mas?”
interviewee
:”Berapa hari? Seminggu full”
interviewer
:”Full ya..? dari senin sampai minggu gak ada waktu libur? Jadi stafnya gak ada waktu libur gitu?”
interviewee
:”Kan kita ada shift:”
interviewer
:”Oh ada shift-shift..trus mas itu salah satu pengguna media sosial atau enggak?
interviewee
:”Iya..”
interviewer
:”Yang paling sering digunakan apa sih biasanya?”
interviewee
:”Instagram..”
interviewer
:”Udah instagram aja?”
interviewee
:”Path”
interviewer
:”Ooohh…kekinian banget berarti mas nya yaa….?”
interviewee
:”Bukan gituu hehehe…”
interviewer
:”Hehehe…trus kepentingan apa sih yang menurut mas paling penting dalam media sosial itu untuk bisnis?”
interviewee
   :”Iyaa…untuk bisnis..salah satu contohnya ya untuk marketing, karna di media sosial itu untuk kita masuk ke dunia pasar sangat efisien:”
interviewer
:”Kalo misalkan kayak mas kan di bidang travel jadi menyampaikan promo-promonya lewat aaaa..?”
interviewee
:”Media sosial…”
interviewer
:”Oh iya iyaa…mas nya silahkan diminum dulu yaa…”
interviewee
:”Oh oke saya minum yaa…”
interviewer
:”Iyaaa…”
interviewee
:”Biar fokus…”
interviewer
:”Menurut mas seberapa besar sih pengaruh media sosial dalam bisnis mas?”
interviewee
:”Sangat berpengaruh terhadap bisnis saya”
interviewer
:”Aaaaa….seberapa besar?”
interviewee
:”Seberapa besar? Delapan puluh persen”
interviewer
:”Delapan puluh persen? Contohnya?”
interviewee
:”Yaa karna contohnya gini loh saya kan bisnis di bidang traveling, saya ngeliat pasar, ngeliat saingan blablabla dan segala macamnya ya media sosial”
interviewer
:”Trus jika mas ingin menyampaikan suatu informasi kepada klien mas, media sosial apa yang cenderung mas gunakan? Kayak kasih info”
interviewee
:”Oohhh info… via komunikasi, via telfon”
interviewer
:”Selain itu menggunakan apa lagi mas? Sms gitu?”
interviewee
:”Email…”
interviewer
:”Oh email..iya iyaa… trus kepentingan apa sih yang membuat mas melakukan kontak langsung dengan orang yang ingin mas tuju? Misalkan klien gitu..”
interviewee
:”Oh ketemu klien langsung? Salah satu contohnya mungkin memberikan informasi penting seperti saya buka trip entah kemana atau kemarin lah gunung semeru…ya kan ada kebakaran disana, mau gak mau kan saya harus ketemu langsung dengan klien saya untuk memberi tahu keadaan di semeru..nah salah satu contohnya itu. Mungkin salah satu contoh lainnya untuk DP harus saya sendiri yang langsung turun”
interviewer
:”Trus seberapa penting sih menurut ma situ medi perantara dalam menyampaikan pesan?”
interviewee
:”Penting…sangat…”
interviewer
:”Seberapa pentingnya buat mas gitu?”
interviewee
:”Sangat penting…”
interviewer
:”Apa bentuk kerugian yang pernah mas alami dalam menggunakan media perantara?”
interviewee
:”Media perantara? Hmmm banyak sih.. pasti ada mell nya kan”
interviewer
:”Trus mas nya kan dibidang bisnis nih, mas pernah ngalamin kerugian gitu gak?”
interviewee
:”Pernah…namanya bisnis pasti pernah..”
interviewer
:”Yaa contohnya kayak gimana mas?”
interviewee
:”Contohnya ya salah satunya ya seperti kita gak tau keadaan disana”
interviewer
:”Kerugian terbesar yang pernah mas alami itu nominalnya berapa?”
interviewee
:”Nominal??? Haruss??”
interviewer
:”Iya boleh kepalanya aja lah kira-kira…”
interviewee
:”Ya ada sekitar segitu.. sekitar sepuluh”
interviewer
:”Sepuluh juta? Wahh besar sekali yaa… itu pernah gak sih mas nya itu pake perantara orang buat ngambil DP karna mas nya ada keperluan lain yang penting, trus si perantaranya itu kayak membohongi mas nya gitu..atau ngebawa kabur uangnya atau alasan lain gitu..?
interviewee
:”Oh pernah cuma gak kebawa kabur”
interviewer
:”Biasanya itu dia untuk apa alasannya?
interviewee
:”Yaa dia gunakan untuk entahlah kepentingan dia kan”
interviewer
:”Yang mas lakukan kalo perantara mas nya melakukan hal seperti itu apa sih?”
interviewee
:”Yaa kalo dibilang marah ya pasti marah…kesellll”
interviewer
:”Apa dia harus ngeganti gak uangnya secara cepat atau gimana, potong gaji misal?”
interviewee
:”Oh pasti…”
interviewer
:”Bagaimana cara mas untuk mengatasi kesalahan yang sudah tersebar?”
interviewee
:”Kesalahan seperti apa?”
interviewer
:”Misalnya nih mas udah sebar promo dan ngasih info ke media sosial kayak instagram atau facebook atau twitter, trus tiba-tiba terjadi kesalahan seperti mas buka harga promo empat ratus ribu tetapi staf mas menulis tiga ratus ribu karena terjadi kesalahan, trus apa yang mas lakukan?”
interviewee
:”Ya mau gimana lagi…sudah terlanjur tersebar dari pada klien kecewa saya lanjutin aja ya rugi-rugi gapapa dari pada kehilangan klien”
interviewer
:”Seberapa besar pengaruh media sosial untuk sebuah keputusan yang akan mas ambil?”
interviewee
:”Besar sangat…”
interviewer
:”Mas bagaimana sih kondisi komunikasi dalam lingkungan kerja mas?
interviewee
:”Sangat baik…menurut saya sangat baik karena selalu saya buat santai..”
interviewer
:”Feedback seperti apa yang mas harapkan dari orang yang mas ajak berkomunikasi?”
interviewee
:”Yaa feedbacknya harus baik, yang saya harapkan ya baik.. apa yang saya berikan dia kerjakan dan apa yang saya perintahkan dia kerjakan”
interviewer
:”Bagaimana cara mas mengatasi orang yang tidak memberikan jawaban relevan ketika mas tanya?”
interviewee
:”Oh ngelantur…ya mungkin menegaskan dan are u okay?”
interviewer
:”Trus bagaimana cara staf mas memberikan masukan kepada mas? Mas bilang kan sudah seperti keluarga jadi harus saling memberi masukan, nah itu gimana mas?”
interviewee
:”Yaa seperti itu..lalu?”
interviewer
:”Yang seperti dilakukan seperti ngomong langsung?”
interviewee
:”Iya biasanya langsung ngomong, negur gitu kalo saya ngelakuin kesalahan apa biasanya “jangan begitu dong pak..jangan begitu dong mas…””
interviewer
:”Tapi mas menerimanya?”
interviewee
:”Yaaaa…kalo saya salah ya saya terima”
interviewer
:”Ohh..yang penting maju?”
interviewee
:”Yeessss…betul…”
interviewer
:”Lanjut ya mas.. menurut mas kondisi seperti apa yang akan mempengaruhi kualitas mas dengan lawan bicara mas?”
interviewee
:”Kondisi?”
interviewer
:”Yaaa…”
interviewee
:”Tenang…santai…nggak bising…”
interviewer
:”Apakah anda suka keramaian gitu?”
interviewee
:”Enggak…sangat tidak suka…”
interviewer
:”Seberapa besar pengaruh feedback menurut mas untuk kualitas suatu komunikasi?”
interviewee
:”Feedback saat komunikasi? Sangat penting dong.. jadi saya sudah jelaskan kalau saya gak ditanggapin saya kayak dikacangin dong…”
interviewer
:”Mas akan marah?”
interviewee
:”Ya mungkin…maybe…”
interviewer
:”Jadi kalau pada diem aja mas jadi bingung ya ini pada ngerti atau enggak..?”
interviewee
:”Naaaahh….ituuuu…”
interviewer
:”Setalah mas melakukan komunikasi dengan baik gimana si cara mas buat pertahanin agar komunikasi itu tetap berjalan dengan baik?”
interviewee
:”Selalu baik? Mungkin dengan berkomunikasi dengan baik.. seperti contohnya nih yaa saya ngomong dengan anda, kalau mood saya lagi gak baik pasti komunikasi kita kan gak baik.. jadi tergantung mood”
interviewer
:”Berarti mas sangat memperhatikan dong gimana mood karyawan mas?”
interviewee
:”Yaaaasss…”
interviewer
:”Apa pesan yang mas sampaikan diterima dengan baik oleh lawan bicara mas jika komunikasi di iringi dengan intensitas feedback yang tinggi?”
interviewee
:”Yaaa....sangat diterima”
interviewer
:”Apa yang mas lakukan untuk mencegah pembicaraan anda keluar dari topik?”
interviewee
:”Mencegahnya sih yaa tergantung kondisi, kondisinya seperti apa”
interviewer
:”Misalnya?”
interviewee
:”Biasanya saya ngikutin alur sih..”
interviewer
:”Oh gitu..jadi jarang sekali ya keluar dari tema pembicaraan?”
interviewee
:”Iyaa jarang..”
interviewer
:”Apa lawan bicara anda pernah merasa kurang puas dengan info yang anda berikan dalam suatu komunikasi?”
interviewee
:”Seperti tadi tergantung…tergantung orangnya…”
interviewer
:”Tergantung individu masing-masing maksudnya bisa menangkap aya yang mas berikan atau tidak?”
interviewee
:”Betuuulll…iyaaaa…”
interviewer
:”Terimakasih yaaa mas sudah meluangkan waktunya sebentar..”
interviewee
:”Sama-sama..”
interviewer
:”Oh iya mas wawancara ini dijamin kerahasiaannya antara kelompok kita dan mas saja…sekali lagi terimakasih ya mas untuk waktunya, selamat siang..selamat makan siang nanti yaaa mas..”
interviewee
:”Iyaaaaa….sama-sama…”





































KESIMPULAN



Komunikasi dala manajemen sangatlah penting, bukan hanya sekedar memberi perintah kerja, tapi lebih dari itu. Komunikasi yang baik juga mencakup bebrapa hal sperti arah, kebisingan, jaringan dll. Berdasarkan wawancara kami dengan salah satu pemilik sebuah usaha, komunikasi juga digunakan untuk menjalin kerjasama antar pegawai, dimana suasana kerja dibuat senyaman dan sekondusif mungkin, sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik terhadap pimpinan maupun anak buah dan dapa meningkatkan produktifitas.













































DAFTAR PUSTAKA