Kamis, 06 Oktober 2016

#SIP Etika menulis online

      Akhir-akhir ini banyak orang senang menulis artikel secara online. Banyak yang mengira menulis online itu karena tinggal tulis saja apa yang ada didalam pikiran kita seperti menulis diary. Padahal menulis diary sangat- sangat berbeda dengan menuis artikel. Untuk itu dibawah ini saya akan menjelaskan etika dalam menulis di media online apapun bentuknya.

      Menulis artikel ada banyak jenisnya

  1. Deskrisi
  2. Narasi
  3. Eksposisi
  4. Argumentasi
  5. Persuasi
  6. SEO
Masing penulisan memiliki caranya sendiri-sendiri, namun etika menulis online tetap sama yaitu

Plagiarisme

siapapun disini pasti tidak ada yang ingin hasilnya dijiplak tanpa ijin. oleh sebab itu setiap hasil artikel harus original atau setidaknya mencantumkan sumbernya dari mana, sehinga pembaca tau dimana sang penulis mendapatkan ide tulisannya

Tidak menyudutkan pihak lain

Setiap artikel yang kita miliki seharusnya tidak menyerang pihak lain, atau membuat pihak lain merasa dirugikan sehingga pembaca bisa menikmati artikel yang dibuat.

Tidak mengandung unsur pornografi

tanpa porn0grafi, kenapa tanpa pornografi? jawabannya mudah, karena media online dapat diakses oleh siapa saja termasuk anak- anak. Inilah sebabnya konten di media online harus bebas dari pornografi.

Tidak spamming di kolom komentar

spamming spamming dan spamming, banyak dari kita yang sangat sebal dengan hal ini, karena sebebtulnya hal ini sangat tidak berguna. Melakukan spamming hanya aka menutup komentar yang sejak awal aja karena tertutup spam tadi.

Tidak ada unsur sara

SARA? Suku Agama Ras dan Antarbangsa sebenarnya singkatan ini biasa saja diucapkan, namun terkadang si SARA ini lebih sering digunakan untuk menyerang orang lain. jadi sebaiknya artikel yang dibuat harus bebas dari unsur sara kecuali anda menulisnya di website keagamaan 

Jangan berlebihan menggunakan huruf kapital

Huruf kapital sering diasosiasikan dengan kemarahan, namun lebih dari itu ini adalah masa etika dan estetika. apa menarikanya sebuah artikel yang sebagian besarnya adalah huruf kapital. jadi sebaiknya gunakan proporsi yang sesuai seperti sentence case yang hanya huruf depan pada kalimat saja yang menggunakan huruf besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar