Kamis, 01 Mei 2014

Menggali Bakat Musik


Kemampuan bermain musik anak sering tidak disadari oleh orang tua. Banyak orang tua yang pesimis, "anak saya tidak memiliki bakat bermusik". Memang benar, bakat bermusik itu melekat, tapi tahukah Anda? bahwa kemampuan bermusik dapat diciptakan.



"Pianis terkenal Frederick Chopin memiliki orang tua yang tidak pandai membaca partitur dan bermain musik, tapi dia bisa mengembangkan bakatnya sendiri," kata Psikolog Keluarga dari Klinik Hipnosis Sehati, Dewi Puspaningtyas Faeni, ketika diwawancarai Sabtu 25 Januari 2014.


Karena itu, menggali kemampuan bermusik bukan hanya tergantung pada bakat anak, melainkan lingkungan yang mempengaruhinya. Orang tua, menurut Dewi sering lupa, saat menuntut anak untuk pandai memainkan satu instrumen musik, tanpa mempraktekkan contoh kegiatan bermusik.

"Humming saja mereka tidak pernah, bagaimana bisa mendorong anak untuk mau bermusik,” kata Dewi. Tuntutan yang berlebih pada anak inilah yang justru malah menenggelamkan bakat anak dalam bermusik. Karena itu, menurut Dewi, agar anak senang dan tidak bosan ketika les musik.

Kunci lain agar anak Anda yakin terjun ke dunia musik, adalah memilih guru musik yang kreatif. Jangan sampai anak mendapatkan guru musik yang galak. Sebab guru yang galak, menurut Dewi, terkadang malah membuat anak tidak percaya diri.

“Saat masih kecil saya pernah dimarahi guru les piano saya, dia bilang kenapa saya tidak bisa – bisa membaca partitur, saya jadi tidak percaya diri, tapi akhirnya siapa sangka, tanpa membaca partitur saya malah bisa memainkan Fantasy Impromptu dari Chopin dengan baik,” kata Psikolog yang juga piawai bermain piano ini.


Analisis
  1. Untuk menciptakan bakat bermusik harus memiliki kemauan dan dukungan dari orang sekitar, jika tidak akan percuma pembelajaran yang diterima untuk menciptakan bakat
  2. Bakat music masuk dalam kategori bakat khusus dimana tidak semua orang bisa memilikinya, namun bakat music juga bisa diciptakan.
  3. Terkadang juga orang tua juga salah kaprah mengenai bakat anak, mereka langsung menilai anaknya tak berbakat hanya karena tidak bisa memainkan alat music. Itu terjadi karena para orang tua kurang menggali bakat music anak.
  4. Selain itu orang tua juga mampu mencontohkan cara menggunakan alat music sebagai permulaan anak untuk mencoba.
  5. Pada pengembangan bakat music juga dibutuhkan kreativitas, jika orang tua tidak memadai maka bisa mencari guru les yang mumpuni untuk menggali kreativitas anak


Teori
Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. 
Contoh seorang yang berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan pekerjaan lukisnya dibandingkan seseorang yang kurang berbakat.

Jenis-jenis bakat antara lain sebagai berikut:

  1. bakat umu, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki
  2. bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, oemimpin, penceramah, olahraga.
selain itu bakat khusus yang lain, yaitu:
  1. Bakat Verbal, bakat tentang konsep-konsep yang diucapkan dalam bentuk kata-kata
  2. Bakat Numerikal, bakat tentang konse-konsep dalam bentuk angka
  3. Bakat Skolastik, kombinasi kata-kata dan angka-angka, kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional, ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, pemrogram komputer
  4. Bakat Abstrak, bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan, diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya
  5. Bakat Mekanik, bakat tentang prinsip-prinsip IPA, tata kerja, perkakas, dan alat-alat lainnya
  6. Bakat Relasi Uang, bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi atau berfikir 3 dimensi, mempunyai kepekaan tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi. Ini merupakankecerdasan para arsitek. fotogrefer, artis, pilot, dan insinyur mesin
  7. Bakat kecepatan ketelitian klerikal, bakat tentang tulis-menulis, ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan lain-lain
  8. Bakat bahasa, bakat tentang penalaran analitis bahasa (ahli sastra) misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, parmuniaga dan lain-lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar